JA Social - шаблон joomla Joomla

Sabtu, 08 19th

Last updateSel, 23 Mei 2017 7pm

  • Create an account
    *
    *
    *
    *
    *
    *

    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Kondisi Udara

  Udara mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan makhluk hidup dan keberadaan benda-benda lainnya, sehingga harus dilindungi untuk hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya

 Hal ini berarti bahwa pemanfaatan dan perlindungannya  harus  dilakukan  secara  bijaksana  dengan  memperhitungkan kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Untuk mendapatkan udara sesuai dengan tingkat kualitas yang diinginkan maka pengendalian pencemaran udara menjadi sangat penting untuk dilakukan.

Kualitas udara dipengaruhi oleh dua tipe pencemar utama yaitu pencemar primer dan pencemar sekunder.  Pencemar primer yaitu senyawa alami udara yang mengalami penambahan secara langsung sampai pada konsentrasi yang berbahaya seperti karbon dioksida.  Pencemar sekunder yaitu senyawa yang terbentuk di atmosfir melalui reaksi kimia yang merupakan komponen udara yang tidak normal. Jenis-jenis senyawa yang merupakan pencemar udara utama adalah karbon oksida (karbon monoksida, CO dan karbon dioksida, CO2), sulfur oksida (sulfur dioksida, SO2  dan sulfur terioksida, SO3), nitrogen oksida (nitrik oksida, NO dan nitrogen oksida, NO2), hidrokarbon (seperti metan), oksida fotokimia (yang menimbulkan kabut asap), dan zarah-zarah atau partikel-partikel (seperti asap dan debu). Bahan-bahan pencemar udara tersebut mempengaruhi kualitas udara dan menimbulkan dampak yang merugikan pada kesehatan manusia serta kehidupan di daratan dan perairan.

Pengukuran kualitas udara ambien di Kabupaten Gianyar tahun 2015 oleh BLH Provinsi Bali  dilakukan pada  5  (lima)  lokasi  yaitu  Terminal Batubulan, Pasar  Banjar Teges, Pertigaan Puri Ubud, Pasar Sukawai dan Perempatan Pantai Lebih.  Pengukuran dilakukan 2 (dua) periode yaitu Mei 2015 dan Juli 2015.  Pengukuran dilakukan selama 1 jam dan parameter yang diukur meliputi sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (Co), nitrogen dioksida (NO2), timbal (Pb), debu (particulate matter, PM10) dan debu (particulate matter, PM2,5).

01Sulfur dioksida (SO2)

Pencemaran udara oleh sulfur oksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida (SO2) dan Sulfur trioksida (SO3), dan keduanya disebut sulfur oksida (SOx). Sulfur dioksida mempunyai karakteristik bau yang tajam dan tidak mudah terbakar diudara, sedangkan sulfur trioksida merupakan komponen yang tidak reaktif. Pembakaran bahan-bahan yang mengandung Sulfur akan menghasilkan kedua bentuk sulfur oksida, tetapi jumlah relatif masing-masing tidak dipengaruhi oleh jumlah oksigen yang tersedia. Di udara SO2  selalu terbentuk dalam jumlah besar. Jumlah SO3 yang terbentuk bervariasi dari 1 sampai 10% dari total SOx. Setelah berada diatmosfir SO2 akan diubah menjadi SO3 (kemudian menjadi H2SO4) oleh proses-proses  fotolitik   dan   katalitik.   Jumlah   SO2    yang   teroksidasi   menjadi   SO3 dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk jumlah air yang tersedia, intensitas cahaya, waktu, dan distribusi spektrum sinar matahari, Jumlah bahan katalik, bahan sorptif dan, alkalin yang tersedia. Pada malam hari atau kondisi lembab atau selama hujan SO2  di udara diabsorpsi oleh titik-titik air yang bersifat alkalis dan bereaksi pada kecepatan tertentu membentuk sulfat di dalam titik-titik air tersebut.

Kadar pencemaran sulfur dioksida hasil pengukuran 1 jam tahun 2015 di Kabupaten Gianyar dapat dilihat pada Gambar 2.20.  Data hasil pengukuran bulan Mei dan Juli 2015 menunjukkan bahwa cemaran SO2  di Kabupaten Gianyar masih berada di bawah baku mutu, yaitu sebesar 900 μg/Nm3. Kadar SO2  pada Mei 2015 menurut lokasi berkisar

242,19 – 328,54 μg/Nm3  dan kadar rata-rata 286,01 μg/Nm3. Kadar tertinggi terdapat di Perempatan Pantai Lebih terendah di Pasar Banjar Teges. Sedangkan pengukuran Juli berkisar 240,38 – 325,37 μg/Nm3 dan kadar rata-rata 282,84 μg/Nm3. Kadar tertinggi juga terdapat di Perempatan Pantai Lebih dan terendah di Pasar Banjar Teges. Perempatan Pantai Lebih merupakan lokasi yang padat dengan lalu lintas kendaraan bermotor dimana kontribusi sulfur dioksida disebabkan terutama oleh emisi kendaraan bermotor.  Terdapat penurunan kadar rata-rata SO2 pada bulan Juli di semua lokasi.

Pengukuran SO2  pada Juli dan September tahun 2014 diperoleh kadar rata-rata masing-masing 272,12 μg/Nm3  dan 262,48 μg/Nm3. Dengan demikian, kadar rata-rata cemaran SO2   pengukuran tahun  2015  sedikit  di  atas  hasil  pengukuran tahun  2014. Peningkatan kadar cemaran SO2 menunjukkan peningkatan emisi  SO2. Sumber terbesar sulfur dioksida (SO2) di udara ambien adalah emisi kendaraan bermotor dan emisi dari kegiatan  industri  yang  menggunakan bahan  bakar  fosil.  Mengingat  di  Gianyar  tidak terdapat kegiatan industri manufaktur skala besar maka sebagian besar kadar SO2 udara ambien berasal dari kendaraan bermotor.

Baca 497 kali
Selengkapnya di dalam kategori ini: « Kondisi Air

BLH Kab. Gianyar

  • Jalan Astina Selatan
    Sebelah Taman Makam Pahlawan Gianyar
  • Tel: (0361)  943816
Anda disini: Home Kondisi Lingkungan Kondisi Udara