JA Social - шаблон joomla Joomla

Sabtu, 10 21st

Last updateKam, 28 Sep 2017 10am

  • Create an account
    *
    *
    *
    *
    *
    *

    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Kondisi Pesisir

Karakteristik Perairan Pesisir

Perairan pesisir Kabupaten Gianyar merupakan perairan Selat Badung yaitu selat antara Pulau Bali dan Kepulauan Nusa Penida. Secara administrasi, perairan pesisir Kabupaten  Gianyar  meliputi  tiga  kecamatan  pesisir  yaitu     Kecamatan  Sukawati, Blahbatuh  dan  Gianyar  dengan  panjang  garis  pantai  lebih  kurang  15  km.    Secara hipotetik, luas perairan pesisir Kabupaten Gianyar lebih kurang 85 km2.

Batimetri perairan pesisir Kabupaten Gianyar secara umum mempunyai elevasi  dasar laut yang landai. Kelandaian dasar laut diperoleh dari perbandingan antara kedalaman laut dengan jarak horisontal.  Jika kelandaian dasar laut 5% maka pada jarak 100 m dari garis pantai kedalaman laut mencapai 5 m. Tingkat kelandaian dasar laut pesisir Kabupaten Gianyar sampai kedalaman 25 m rata-rata 0,023%, menurun sampai kedalaman 50 meter menjadi 0,015% dan selanjutnya meningkat kembali sampai kedalaman 200 meter menjadi 0,024%. Sampai kedalaman 25 m, dasar laut paling landai terdapat di Pantai Lebih dan tertinggi di Pantai Saba.  Sedangkan sampai kedalaman 100m, kelandaian tertinggi terdapat di Pantai Lembeng dan tertinggi di Pantai Saba (BLH Kabupaten Gianyar, 2011).

Tipe  pasang  surut  di  perairan  pesisir  Kabupaten  Gianyar  dapat  diketahui  dari analisis nilai komponen pasang surut utama yaitu nilai F (Form-zahl) atau konstanta pasang surut (tidal constant) sebesar 0,36 atau berada dalam kisaran  0,25 < F < 1,50 yang berarti tipe pasang surut campuran (mixed type) yang dominan ke Harian Ganda (mixed semi-diurnal). Dalam sehari semalam terjadi dua kali pasang. Kedudukan air tertinggi (AT) dapat terjadi rata-rata 90 cm di atas mean sea level (MSL) pada bulan April dan Oktober, sedangkan kedudukan air terendah (AR) dapat terjadi rata-rata 100 cm di bawah MSL pada bulan Januari dan Juli pada saat terjadi pasang perbani (purnama dan bulan baru). Tunggang air (tidal range) diperoleh berdasarkan perbedaan puncak pasang tertinggi dengan air surut terendah. Nilai highest astronomical tide 2,95 m, mean hight water spring mencapai 2,41 m, mean hight water neaps mencapai 1,57 m dan mean low water neaps mencapai 0,90 m, serta mean sea level 0,23 m. Sehingga tunggang air maksimum adalah 2,5 m.

Arus-arus yang  terjadi  di  perairan pesisir  Kabupaten Gianyar  dipengaruhi oleh pergerakan  massa  air  pasang  surut  di  Selat  Badung,  pergerakan  massa  air  dari Samudera Hindia dan Selat Lombok.   Pada saat pasang,   massa air bergerak dari Samudera IHindia memasuki Selat Badung dari arah  barat daya dan sebelah timur Nusa Dua dibelokkan  ke arah pantai-pantai di kawasan Sanur dan pantai-pantai di Kabupaten Gianyar.  Di sebelah utara Pulau Nusa Penida arus dekat pantai dibelokkan ke arah timur dan selanjutnya dibelokkan lagi ke arah utara dan timur laut bersama-sama arus yang datang dari timur Pulau Nusa Penida. Sedangkan arus tengah di sebelah selatan Kabupaten Gianyar diteruskan ke arah timur laut menuju pantai-pantai di sebelah selatan Klungkung dan Karangasem.

Pada saat surut, arus yang datang dari Samudera Hindia memasuki Selat Badung dari arah tenggara.   Kemudian karena terhalang oleh Pulau Nusa Penida, arus-arus tersebut kemudian dibelokkan di sebelah utara dan timur laut Pulau Nusa Penida ke arah barat dan bersama-sama dengan arus yang datang langsung dari Samudera Hindia, arus tersebut dibelokkan kembali ke arah barat laut dan ke utara.

Arus-arus   dekat pantai sangat berperan dalam mempengaruhi proses-proses sedimen pantai.  Arus dekat pantai timbul akibat kelompok gelombang yang mendekati garis pantai dengan membentuk sudut terhadap garis pantai.  Arus yang ditimbulkan oleh perpindahan massa air dapat disebabkan menjadi  dua komponen utama yaitu komponen tegak lurus dan komponen sejajar pantai.  Komponen tegak lurus pantai membangkitkan arus  tegak  lurus  (onshore-offshore  current),  sementara  komponen  sejajar  pantai membangkitkan arus sejajar pantai (longshore current).

Arus dekat pantai di sebelah  selatan  Kabupaten Gianyar dan Klubgkung (sekitar Pantai Tegal Besar dan Pantai Lebih) dominan  kearah tenggara (42.67%) dan kearah barat (28.02%) dengan kecepatan antara 0.10 – 0.40 m/dt (Kanwil Departemen Pekerjaan Umum Propinsi Bali, 1996).

Gelombang yang mencapai pantai-pantai di wilayah pesisir sekitar Selat Badung pada umumnya termasuk Kabupaten Gianyar merupakan perjalaran gelombang dari laut dalam. Besar dan arah gelombang bervariasi sesuai angin musiman. Pada musim hujan (November – Maret) angin berhembus dari barat laut dan pada musim kemarau (April – Oktober)  angin  berhembus dari  tenggara.    Kondisi  laut  yang  relatif  terbuka  dengan Samudera Hindia dan jarak pembangkitan gelombang yang panjang menyebabkan gelombang di perairan pesisir dekat pantai relatif tinggi, identik dengan gelombang di laut selatan Indonesia.

Baca 674 kali
Selengkapnya di dalam kategori ini: « Kondisi Demografi Kondisi Air »

BLH Kab. Gianyar

  • Jalan Astina Selatan
    Sebelah Taman Makam Pahlawan Gianyar
  • Tel: (0361)  943816
Anda disini: Home Kondisi Lingkungan Kondisi Pesisir