JA Social - шаблон joomla Joomla

Sabtu, 08 19th

Last updateSel, 23 Mei 2017 7pm

  • Create an account
    *
    *
    *
    *
    *
    *

    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Kondisi Air

Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi  kehidupan  dan  perikehidupan  manusia,  serta  untuk  memajukan  kesejahteraan umum, sehingga merupakan modal dasar dan faktor utama pembangunan.    Saat ini, masalah utama yang dihadapi oleh sumberdya air meliputi kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kenutuhan yang terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestik yang semakin menurun. Kegiatan domestik, industri, peternakan, pertanian dan kegiatan lain berdampak negatif terhadap terhadap sumberdaya air, antara lain menyebabkan penurunan kualitas air.   Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi makhluk hidup yang bergantung pada sumber daya air. Oleh karena, diperlukan perlindungan dan pengelolaan sumberdaya air secara terpadu untuk melestarikan fungsi air. Untuk melestarikan fungsi air perlu dilakukan pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air secara bijaksana dengan memperhatikan kepentingan generasi sekarang dan mendatang serta keseimbangan ekologis.

Sumber daya air kini tidak lagi hanya dipandang dari fungsi sosial tetapi telah menjadi komoditi ekonomi yang penting. Kebutuhan masyarakat terhadap air yang semakin meningkat mendorong lebih menguatnya nilai ekonomi air dibanding nilai dan fungsi sosialnya. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan antarsektor, antarwilayah dan berbagai pihak yang terkait dengan sumber daya air. Di sisi lain, pengelolaan sumber daya air yang lebih bersandar pada nilai ekonomi akan cenderung lebih memihak kepada pemilik modal serta dapat mengabaikan fungsi sosial sumber daya air.

Menurut Anwar dan Ansofino (2008), secara eksplisit karakteristik dasar sumber daya air antara lain:

a)   Dapat mencakup beberapa wilayah administratif (cross-administrative boundary) dikarenakan oleh faktor topografi dan geologi.

b)   Dipergunakan oleh berbagai aktor (multi-stakeholders).

c)    Bersifat sumberdaya mengalir (flowing/dynamic resources) sehingga mempunyai keterkaitan yang sangat erat antara kondisi kuantitas dengan kualitas, antara hulu dengan hilir, antara instream dengan offstream, maupun antara air permukaan dengan air bawah tanah.

d)    Dipergunakan baik oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang (antar generasi).

e)    Sumberdaya   air   merupakan   bagian   siklus   alam   (daur   hidrologi)   yang mengakibatkan ketersediaannya tidak merata baik dalam aspek waktu, lokasi, kuantitas maupun kualitas.

f)     Dewasa ini, air tidak dapat lagi hanya dipandang sebagai barang sosial (social goods), namun seiring dengan kaberadaannya yang semakin langka (scarcity), maka  air  perlu  dipandang sebagai barang ekonomis (economic goods) tanpa harus melepaskan fungsi sosialnya.

Kuantitas dan kualitas air amat bergantung pada tingkat pengelolaan sumber daya air masing-masing daerah, keragaman penggunaan air yang bervariasi – pertanian, air baku  domestik  dan industri,  pembangkit tenaga  listrik,  perikanan, dan  pemeliharaan lingkungan – selain iklim, musim (waktu) serta sifat ragawi alam (topografi dan geologi) dan kondisi demografi (jumlah dan penyebaran) serta apresiasi (persepsi) tentang air.

Berdasarkan sumbernya, air dapat dibedakan atas air permukaan (surface water) dan air tanah (ground water).   Sumber air permukaan meliputi sungai, danau, waduk, rawa, mata air dan badan air lainnya. Air tanah (ground water) adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Air tanah ditemukan pada akuifer.

SUNGAI

Sungai adalah tempat-tempat dan wadah-wadah serta jaringan pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan.  Sungai merupakan sumber air yang sangat penting fungsinya dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan Keputusan Presiden No. 12 Tahun 2012 tentang Penetapan Wilayah Sungai,  sungai-sungai  di  Provinsi  Bali  ditetapkan  sebagai  wilayah  sungai  strategis nasional dengan nama Wilayah Sungai (WS) Bali-Penida dan dengan kode WS 03.01.A3. Sungai-sungai yang terdapat pada Wilayah Sungai Bali-Penida dibagi menjadi 20 sub- Satuan Wilayah Sungai (Sub-SWS).   Menurut Dinas PU Provinsi Bali, di Provinsi Bali tercatat 401 batang sungai dimana 162 sungai bermuara di laut. Sungai-sungai yang potensial di Bali berjumlah 66 sungai.

Kabupaten Gianyar memiliki 33 batang sungai yang sebagian besar merupakan sungai parennial dan 6 sungai diantaranya merupakan sungai utama. Sungai terpanjang di Kabupaten Gianyar yaitu Tukad Oos yang merupakan salah satu dari enam sungai utama dengan panjang 45,5 km, lebar permukaan rata-rata 45 m dan lebar dasar rata- rata 15 m.   Lima sungai utama lainnya yaitu Tukad Ayung, Tukad Sangsang, Tukad Melangit, Tukad Petanu dan Tukad Pekerisan. Tukad Ayung merupakan sungai lintas kabupaten/kota terpanjang di Bali, mengalir di wilayah Kabupaten Gianyar meliputi Kecamatan  Payangan  dan  Ubud.  Sungai  terpanjang  kedua  yaitu  Tukad  Melangit, mengalir di perbatasan Kabupaten Gianyar-Kabupaten Klungkung dengan panjang 41,63 km, lebar permukaan rata-rata 37,5 m dan lebar dasar rata-rata 20 m.

Sedangkan  berdasarkan  potensi  penyediaan  sumberdaya  air,  dari  33  batang sungai yang ada, hanya terdapat empat sungai yang potensial dalam penyediaan sumberdaya air yaitu Tukad Oos, Tukad Pekerisan, Tukad Sangsang dan Tukad Petanu (Dinas PU Provinsi Bali, 2015).

a)   Tukad Oos. Tukad Oos panjangnya 45,5 km dengan luas Daerah Aliran Sungai (DAS) 106,59 km2, hulunya di Kabupaten Bangli dan bermuara di perbatasan Desa Ketewel dan Sukawati. Sungai ini  memiliki lebar permukaan 45  m,  lebar dasar  15  m  dan kedalaman rata-rata 15 m, dengan debit air  maksimum rata-rata 1,038 m3/dt dan minimum rata-rata 0,873 m3/dt.

b)   Tukad Petanu. Tukad  Petanu  panjangnya 37  km  dengan  luas  DAS  116,92  km2,  hulunya  di  Kabupaten Bangli dan bermuara di Pantai Saba (perbatasan Desa Sukawati dan Desa Saba).  Lebar permukaan sungai ini rata-rata 15 m, lebar dasar rata-rata 10 m dan kedalaman rata-rata 20 m.  Debit air maksimum rata-rata 1,060 m3/dt dan minimum rata-rata 0,958 m3/dt.

c)   Tukad Pekerisan.  Tukad Pekerisan panjangnya 34,5 km, bermuara di  Pantai Lebih (perbatasan Desa Medahan dan Desa Lebih), sedangkan hulunya di Kabupaten Bangli serta luas DAS 55,44 km2. Sungai ini mempunyai lebar permukaan rata-rata 20 m dan dasar 10 m serta kedalaman rata-rata 15 m.  Debit air maksimum rata-rata 2,075 m3/dt dan minimum rata-rata 0,638 m3/dt.

d)   Tukad Sangsang.  Tukad Sangsang bermuara di Pantai Siyut (perbatasan Desa Lebih dan Desa Tulikup).  Terdapat beberapa sungai di Tukad Sangsang diantaranya yaitu Tukad Gelulung dan Tukad Cangkir. Tukad  Sangsang panjangnya 36 km dan luas DAS 96,47 km2.  Lebar permukaan sungai rata-rata 15 m, dasar 5 m dan kedalaman  rata-rata 25 m.  Debit air maksimum rata-rata 0,721 m3/dt dan minimum rata-rata  0,609 m3/dt.

Berdasarkan sub  Satuan  Wilayah  Sungai  (Sub  SWS)  di  Wilayah  Sungai  Bali- Penida, sungai-sungai yang terdapat di Kabupaten Gianyar termasuk ke dalam Sub SWS 03.01.01, Sub SWS 03.01.18 dan Sub SWS 03.01.18, sebagai berikut:

 a)   Sub SWS 03.01.01.

 Sub SWS ini sebagian besar berada di Kabupaten Badung dan Kota Denpasar. Sungai yang mengalir di wilayah Kabupaten Gianyar yang termasuk ke dalam Sub SWS  ini  yaitu  Tukad  Ayung  Gianyar,  yang  sebagian  alirannya  berada  di Kecamatan Ubub dan Payangan.

b)   Sub SWS 03.01.19

Sub SWS ini meliputi sungai-sungai di Kabupaten Gianyar, Bangli, Badung dan Denpasar. Wilayah sungai ini didominasi oleh DAS Oos, sungai potensial lainnya yaitu Tukad Petanu, sedangkan sungai-sungai kecil lainnya di Sub SWS ini yang termasuk Kabupaten Gianyar antara lain Tukad Sangku, Tukad Kutul, dan Tukad Jerem.

c)   Sub SWS 03.01.18.

Sub SWS ini meliputi Kabupaten Gianyar, Bangli, Karangasem dan Klungkung. Sungai utama di wilayah sungai ini yang berada di Kabupaten Gianyar yaitu Tukad Melangit, Tukad Sangsang dan Tukad Pakerisan.

Baca 559 kali

Media

Selengkapnya di dalam kategori ini: « Kondisi Pesisir Kondisi Udara »

BLH Kab. Gianyar

  • Jalan Astina Selatan
    Sebelah Taman Makam Pahlawan Gianyar
  • Tel: (0361)  943816
Anda disini: Home Kondisi Lingkungan Kondisi Air